About Us

"cerpen" SAAT KAU PERGI

Suara adzan mengalun dengan merdu ketika ku buka kelopak mataku....dan ku tarik tubuhku dari kasur yang setia menemaniku di saat aku terlelung sunyinya dan indahnya dunia yang ku jalani selama ini,gemuruh angin menghembus membuka jendela yang ku tutup erat, seerat kekagumanku kepada dinginya angin.
ku basuhkan air untuk mengawali aku mengambil air wudhu yang selama ini aku lakukan.


liburan semester 2 telah ku lalui dengan hati cemerlangkini tiba saatnya ku berangkat lagi ke sekolah, ku kenakn seragam putih biru dengan di campur adukan dengan peralatan ynga lain
" Da sarapan dulu....!!!" ajak ibu
"Iya bu...." ku ambil tas yang paling ku sayangi, tas yang berwarna biru yang selalu menemani ku.
di dekat meja makan ku duduk di samping Ibu dan Ayah yang sedang menik mati makn nya masing-masing
"bu, yah, dinda berangkat dulu..." sambil mencium tangan kedua orag tuaku
"iya... hati-hati.."
dari luar ku dengar shabatu yang bernama siva memangil-mangil nmaku "din... dinda.... cepet dah siang.."
"iya cerewet sih..." segera ku tarik tangan siva karena jam tanganku menunjunkan pukul 07.45 walaupun dia teriak-teriak berharap agar aku melepasin tanganya tapi ku tak mendengarkanya, kalau seumpamanya tanganya di lepasin dia jalanya kaya putri solo benget..

#di sekolah#
"din untung kita ga terlambat.."
"masuk kelas yu.."
" yuooo.."
di dalam kelas anak-ank dah pada nyerosos sendir-sendiri, kami semua melepas rindu di antara hati ke hati
"upacara bendera segera di mulai di harap sisiwa-siswa turun ke lapangan " cerocos pak agus
"cerewet bangat ni guru ga tau lagi kangen- kangenan"
" bener din...ku juga setuju ucapanmu"
ku palingkan mukaku kke kanan " Ajji.. ya ampunbaru.. berangkat>...???????
dia hanya menganggukan kepalanya , dan akupun mengerti gerakanya
"anak-anak segera turun ke lapangan "
" iya pak .... " jawabku dengan hati membeku,. Aku dan semua yang ada di kelas turun kelapangan..
setelah selesai segera ku langkahkan kaki ke kelas, di salah satu sudut kelas ada suatu bentuk yang tak ku kenali dan ku hanya bisa memandangi tanpa mengucap satu patah katapun.
"din.... bengong terussss.. nanti kesurupasn lahhh..."
"Apa sih ji,,,,.... oh ya ji dua anak itu siapa sih..? kenapa ku baru lihat..ya..."
ku tunjuk dua anak itu dengan jari telunjukku
"oh...itu yang putih tinggi namanya Ian Al Hidayat,yang satunya lagi M Reza.."
ku anggukan kepala tanda au mengerti
"ji ko mereka ga mau gabung dengan kita ..?"
"mungkin masih malu berat kali.."
"sana temenin kasihan.."sambil ku dorong tubuh aji
"iya ji kasihan..." timpal siva
aji langsung mendekati 2 anak baru yang masih terdiam tanpa suara kicauan di bangkunya.
"hai... boleh. boleh gabung.." pinta aji dengan amat sopannya
"boleh " jawab ian
mereka bertiga ngobrol seperti sahbat yang baru bertemu, ku senang melihat melihat meraka akrab dengan cepat dan ku hanya bisa melihat tawa tersungging dari bibir mereka,
di hari pertama ku sekolah tak ada pelajaran satu jenggalpun, semua isi sekolah melepas rindu satu samalain, suara bell berdering dengan ,kencang
" da pulang yu...!! "ku angkat tas kesayangan ku, ku ikuti kangka siva ynag begitu girangnya

****

"siv.. sekarang pelajaran apa.."??????
"pelajaran bahasa inggris, mang napa...?"
"ga papa"
dari arah selatan terdengar gertakan-gertakan yang menggangu pendengaranku
"pagi anak-anak"
"pagi pak imam"
ini adalh guru yang paling tak ku sukai tiap kali pelajaranya pasti ku kena semprotsn dari dia,se umpamanya ketemu di jalan pasti mukanya seperti di kuburan bila melihat wajahku.. emanya aku hantu kali ya....guru ini ga pernah ramah padaku karena tiap kai pelajaranya ku selalu membuat ribut di kelas
"anak-anak di kelas ini ada murid barukan "
"IYA PAk.."
"bagi murid baru coba manyu ke depan kelas dan kenalkan diri kalian masing-masing "
setelah selesai memperkenalkan diri pak imam langsung mengucapkan mantra-mantra ingggrisnya yang membuat aku tertegu ngantuk di atas meja
"anak-anka kerjakam soal yang bapa tulis dengan kelompok yang sudah bapa bagi tadi"
aku sekelompok dengan anak baru yaitu ian , aku, ian dan eni tanpa mengenla waktusampai-sampi aku ga ingat tugas dari pak imam yang aku aku kerjakan
"din tugasnya udah.??" tanya siva yang sekelompok sam aji
" belum.. ni.."
aku hanya diam menyesali waktu yang sedari tadi hanya di pakai untuk ngobrol yang tek penting
"kenapa din, kayaknya pusing , memikirka jawaban"
sambil memamerkan hitam di atas putih di depan mataku,
aku memandangi kertas yang berhenti di sebelah kiri wajah rangga
"kanapa pusing mikiran jawaban..???"
ku anggukan kepala
"gimana nih rang kelompok kita belum selasai ngerjakan,seharusnya tadi aku ngerjain gak uash ikut-ikuttan ngobrol sama mereka"ku tunjuk ian dan eni
"ada apasih."cerocos eni
"ga da papa,terusin aja ngobrolnya"
jawabku dengan hati penuh penyesalan,dari arah pintu pak imam masuk dengan senyum menyebar keseluruk isi kelas
"waktu sudah selesai kelompok 1 maju ke depan"
setelah kelompok satu berarti giliran kelompok aku
"din gimana nih kita kan belum ngerjain.."ucap eni
di depan ku rangga dan adit tersenyum girang melihatku terpuruk dalam kesedihan
"bisanya senyum-senyum,belum ngerjain soal ko senyum-senyum "
"yang belum ngerjain siapa..? maju dit!!!"
jawab ian yang dengan lantangnya
"kamu baru satu minggu sekolah di sinni dah ngerjain aku"
"ternyata orang selalu tenang ternyata bisa panik juga,tadi waktu aku ngajak ngobrol kamu tujuanku agar kamu lupa sama tuga pak imam dan yang ngerjain soal adit dan rangga,tapi ada satu orang lagi yang begitu sangat membantuku yaitu siva.."
"siva.."
"iya karena dia salah stu orang tau kamu banget"

persahabatanku ma ian dan berlangsung 3 bulan lebih, ku ngerasa waktu berputar begitu cepat seiring dengan suara hati yang mengalun dengan indah dan di warnai kecerian yang begitu berkacauan
"da pulang sekolah ikut aku yu..."
"mang da pa ji..."
"ga da papa..cuma jalan-jalan doang dan jadi saksi"
"saksi apa"
aji tak menjawab pertanyaaanku dan dia pergi ninggalin aku sambil menggandeng tangan siva"munkin jadi hubungan mereka"
***
"din"
"pa siv"
"ikut aku"
"kemana"
"iku aja,tapi aku da janji ma aji"
"ohhhh...aji juga ma aku ya kan ji"
"ya"
ku ikuti langkah aji dan siva, setelah sampai di kafe yang bisa but kami
kumpul-kumpul ,di dalam terdapat ian yang lagi duduk termenung tanpa di temani se orangpun di sana. kami bertiga menghampiri ian yang masih menatapi meja yang berwarna hitam yang di hiasi kerlipan-kerlipan lampu berwarna warni
"ian aku ma siva pergi dulu ya...."
ian hanya menganggukan kepalanya tanpa mengucapkan satu patah katapun
"gimana sih mereaka ngajak-ngajak mlah pergi.."
ku emnggerutu tiada hentiny......
"DA ...KAMU ADA YANG PUNYA...AKU INGIN KAU BERSAMAKU... KAMU MAU GA ..?"
"ngomong apa sih kamu ian"???????
"ku mau tanya aja"
"ku ga da yang punya.dan maaf ku sekarang ga mau ikutan kaya gitu.."
"maf kalau membuat kamu marah...."


***

Esok harinya ku berangkat sekolah dengan hati yang riang se4telah ku langkahkan kakiku ke dalam kelas, di kelas ku lihat ian duduk di bangkunya dan dia tak menjawab sapaanku
"siv.. kenapa sih dia di sapa ko ga jawab, emangnya da pa sih..?
"mungkin dia lagi ada masalah"
ku heran dengan sikapnya setelah kejadian hari kemarin apa mungkin dia...? ga mungkin di kan sahabat massa....

"din .. gimana kemarin..jdi??
"jadi apa??"
"ga deh aku pergi dulu ya.."
mendkati ian dengan sura yang tak ku dengar, ku ian yang masih diam terhadapku tak ada senyum ramah dari bibirnya
sudah seminggu ian ga pernah menyapaku walupun aku tabrakan ma dia dia ga pernah mengucapkan satu patah katapun

segulah setelah kejadiaan hari itu Ian jarang berangkat sekolah mungkin dalam seminggu hanya 1 hari dia berangkat sekolah..
waktu semester telah datang tapiian hanya mengikuti test pada hari pertama doang

"di dah selesai lum.. nngerjainya ..yang bellum no berapa???????"
"lum nih da... kamu dah semua?"
ku gelengkan kepalaku dengan asyiknya ngerjain soal matematika sehingga orang yang memangilku tak ku harukan..
"da.. ada..."
dengan sekejap semua anak yang ada di dalam kelas serentak manyanyikan lagu kangen band yang berjudul Kembali pulangyang lagiheboh-hebohnya di nyanyiin.
aku jadi bingung melihat kelakuan merekadan guru yang mengawasi hanya diam dan tersenyum melihaku
"da ada ian tu.. di depan"
ucap aji dari belakang ,aku hanya diam mendengar itu, setelah ku tinggalkan kelas dan pergi ke kantin sama siva.

saat ku berjalan menuju ke kelas ku lihat ian yang memakai kaos hitam dan tubuhnya kelihatan kurus
"da.. sabar yy"
"sabar apa sih ji.."
'ian akan keluar dari seko0lah ini ,tadi dia bilang ma aku, katanya salam buat kamu.."
aku terdiam setelah aji meninggalkanku.. seku merasa bersalah karena waktu itu aku pernah menyakiti salha satu organ tubuhnya.
waktu berlalu beghitu cepat tak terasa ian sudah pergi hampir 2bulan,
ku rebahkan tubuhku ke kasur yang lumayan empuk dan berwarna biru tua, angin malam menabrak-nabrak rubuhku yang sedang membuak -buka puisi buatan ian ,mataku terpana pada satu puisi yang berjudul kembali pulang ku baca dengan teliti.......

"mengapa semua yang beerhubungan denganya ada sebuh kata kembali pulang yang pertama saat dia ngomongin group band nya dia pergi dari kelas hanya untuk menyanyikan lagu kemballi pulang , yang ke dua saat dia hadir pada semesteran ka tiga puisi ini"
ku olah otaku tapi aku tak memdapatkan jawaban satupun dan sampai saat ini aku tak pernah melihat dia lagi

Share this:

ABOUT THE AUTHOR

Ceyron Louis

Hello We are OddThemes, Our name came from the fact that we are UNIQUE. We specialize in designing premium looking fully customizable highly responsive blogger templates. We at OddThemes do carry a philosophy that: Nothing Is Impossible

    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Posting Komentar